Tampilkan postingan dengan label Program. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Program. Tampilkan semua postingan

SISTEM INFORMASI KESEHATAN DAERAH (SIKDA) ELEKTRONIK DIIMPLEMENTASIKAN DI INDONESIA

Jumat, 12 Agustus 2011

Salah satu aspek penting dalam pembangunan masyarakat sehat adalah sistem informasi kesehatan (SIK) yang baik. SIK diperlukan untuk menjalankan upaya kesehatan dan memonitoring agar upaya tersebut efektif dan efisien. Oleh karena itu, data informasi yang akurat, pendataan cermat dan keputusan tepat kini menjadi suatu kebutuhan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi kementerian kesehatan, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, DSc., dalam jumpa pers siang ini, Jumat (01/07).

Promosi dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM)

Selasa, 19 April 2011

Kebijakan Nasional Penanggulangan PTM
Kerangka konsep pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular didasari oleh kerangka dasar blum, bahwa derajat kesehatan dipengaruhi oleh faktor keturunan, lingkungan, perilaku dan pelayanan kesehatan. Kebijakan Pencegahan dan penanggulangan PTM ini ditujukan pada penyakit-penyakit yang mempunyai faktor resiko yang sama yaitu : jantung, stroke, hipertensi, diabetes militus, penyumbatan saluran napas kronis.

Tujuan
Memacu kemandirian masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan PTM untuk nmenurunkan kejadian penyakit tidak menular (PTM) dan meningkatkan kualitas hidup sehat masyarakat yang berada di semua tatanan.

Perencanaan dan penganggaran Responsif Gender Bidang Kesehatan.

Minggu, 20 Maret 2011



Perencanaan responsif gender telah diamanahkan dalam Inpres nomor 9 tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender. Selain itu Permenkeu nomor 105/PMK.02/2008 juga mengamanahkan agar dalam penyusunan RKA KL 2009 sudah berbasis kinerja dengan didahului oleh analisis dampak dan analisis gender. Selain itu pada tahun 2010 direncanakan akan dilakukan pilot project penerapan Performance Based Budgetting dengan berbasis gender di 6 kementerian lembaga, dimana Departemen Kesehatan menjadi salah satu pilotnya.

Tantangan pembangunan kesehatan tahun 2011

Selasa, 15 Maret 2011

Ada berbagai keberhasilan yang telah dicapai, namun ada pula tantangan dan masalah kesehatan yang harus disikapi. Tantangan tersebut diantaranya semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat pada pelayanan kesehatan yang bermutu; beban ganda penyakit (di satu sisi, angka kesakitan penyakit infeksi masih tinggi namun di sisi lain penyakit tidak menular mengalami peningkatan yang cukup bermakna); disparitas status kesehatan antar wilayah cukup besar, terutama di wilayah timur (daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan/DTPK); peningkatan kebutuhan distribusi obat yang bermutu dan terjangkau; jumlah SDM Kesehatan kurang, disertai distribusi yang tidak merata; adanya potensi masalah kesehatan akibat bencana dan perubahan iklim, serta integrasi pembangunan infrastruktur kesehatan yang melibatkan lintas sektor di lingkungan pemerintah, Pusat-Daerah, dan Swasta.

Capaian pembangunan kesehatan tahun 2011

Prevalensi gizi kurang dan gizi buruk sejak tahun 1989 – 2010 menunjukkan penurunan. Hasil Riskesdas 2010 menunjukkan prevalensi gizi Kurang menjadi 17,9% dan gizi buruk menjadi 4.9%. Artinya kemungkinan besar sasaran pada tahun 2014 sebesar 15,0% untuk gizi kurang dan 3,5% untuk gizi buruk dapat tercapai. Untuk mencapai sasaran pada tahun 2014, upaya perbaikan gizi masyarakat yang lakukan adalah peningkatan program ASI Ekslusif, upaya penanggulangan gizi mikro melalui pemberian Vit. A, Taburia, tablet besi bagi bumil, dan iodisasi garam, serta memperkuat penerapan tata laksana kasus gizi buruk dan gizi kurang di fasilitas kesehatan.

PENTINGNYA MASTER PLAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN

Senin, 10 Januari 2011

Langkah Departemen Keseshatan dalam mengembangkan SIKNAS ONLINE harus mendapat sebuah penghargaan dan dukungan semua pihak. Pengembangan jaringan komputer Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS) online ini telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan (KEPMENKES) No. 837 Tahun 2007. SIKNAS ONLINE mempunya tujuan untuk mengintegrasikan semua komunikasi data yang terfragmentasi ke dalam suatu jaringan serta menghapus hirarki antar instansi.  Sebenarnya pengembangan SIKNAS ONLINE ini dilakukan sejak PELITA I tetapi pada saat itu masih bersifat sentralistis.

Depkes Kembangkan Model Registrasi Kematian

Departemen Kesehatan mengembangkan model registrasi kematian di delapan provinsi yakni Jawa Tengah, DKI Jakarta. Lampung. Kalimantan Barat, Gorontalo, Papua. Bali, dan Nusa Tenggara Timur.Registrasi Kematian yang merupakan program 100 hari Departemen Kesehatan bekerjasama dengan Departemen Dalam Negeri itu. untuk memantapkan akurasi pengukuran angka kematian Ibu. angka kematian bayi serta umur harapan hidup yang merupakan indikator program-program Millenium Development Coals (MDGs) yang disertai dengan verifikasi sebab kematiannya.